Pengertian Frasa dan Jenisnya

Diposting pada
Loading...

Membicarakan tentang frasa sudah pasti mengenai materi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Dalam

pembelajaran Bahasa Indonesia, materi ini sangat penting karena banyak latihan-latihan soal yang

mempertanyakan mengenai frasa. Artikel kali ini akan membahas mengenai pengertian frasa.

Loading...

 

1. Pengertian Frasa

Frasa merupakan satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi (Ramlan,

1981-1996). Batas fungsi yang dimaksud adalah fungsi subjek dan fungsi predikat. Bisa diartikan juga bahwa frasa

merupakan gabungan dua kata atau lebih akan tetapi tidak memiliki predikat sehingga tidak membentuk kalimat

sempurna. Frasa memiliki ciri-ciri yaitu beranggotakan dua kata atau lebih dan bersifat nonprediktif.

Contoh Frasa :

– Buku saya

– Buku saya itu

– Nasi bakar

– Nasi bakar itu

 

2. Jenis-Jenis Frasa

 

➤ Frasa dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu

 

a. Frasa Endosentris

Frasa endosentris adalah frasa yang salah satu atau kedua unsurnya merupakan unsur inti atau pusat.

– Frasa yang bersangkutan berdistribusi sama dengan salah satu atau semua unsurnya.

– Berdistribusi paralel dengan unsur pusatnya.

Contoh frasa endosentris :

Kakak saya

– akan berangkat

– Satu buah

 

b. Frasa Eksosentris

Frasa eksosentris adalah frasa yang salah satu unsurnya merupakan kata tugas.

– Frasa yang tidak berdistribusi sama dengan salah satuatau semua unsurnya.

– Berdistribusi komplementer dengan unsur pusatnya.

Contoh frasa eksosentrik :

– Ke Jakarta

– Dari Bandung

– Kepada kakak

 

➤ Frasa Endosentris dibagi menjadi :

a). Frasa Nominal (frasa benda)

Contoh : Siswa itu, Tempat singgahnya, Aktivitas belajarnya.

b). Frasa Verbal (frasa kerja)

Contoh : sedang memasak, sedang menggambar.

c). Frasa adjektival (frasa sifat)

Contoh : rendah hati, sangat sabar, sangat bijaksana.

d). Frasa Numeral (frasa bilangan)

Contoh : sepuluh ekor, tiga puluh orang, lima belas buah.

➤ Frasa Eksosentrik dibagi menjadi :

a). Frasa Preposisional (frasa depan)

Contoh : di rumah, di kantor, di sawah

b). Frasa Artikel (frasa sandang).

Contoh : yang mencetak, yang mencipta.

 

➤ Frasa Endosentris Berdasarkan Unsur Pembentuknya dibagi menjadi :

a). Frasa Endosentris Koordinatif

Frasa endosentrif koordinatif adalah frasa yang unsur pembentuknya menunjukkan hubungan sejajar atau setara.

Kesetaraan itu dibuktikan dengan adanya kemungkinan unsur-unsurnya itu dihubungkan dengan kata penghubung

dan, atau, maupun

Contoh : putra atau putri, adik dan kakak.

 

b). Frasa Endosentris Atributif

Frasa endosentris atributif adalah frasa yang unsur-unsur pembentuknya tidak sejajar atau setara. Unsur-unsur

yang membentuk frasa endosentrik atributif tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung (konjungsi) dan,

Loading...

tetapi, atau. Unsur frasa endosentris atributif ini terdiri atas unsur pusat/ unsur yang diterangkan (D) dan unsur

penjelas/ unsur yang menerangkan (M). Pada umumnya dalam bahasa Indonesia struktur frasa endosentris atributif

mengikuti struktur pola hukum D-M dan pola M-D.

Contoh :

Pembangunan tujuh tahun

D            M

sangat mengagumkan

M         D

 

c). Frasa Endosentris Apositif

Frasa endosentris apositif adalah frasa yangunsur-unsurnya terdiri atas unsur pusat dan unsur aposisi. Unsur

pembentuk frasa endosentris apositif tersebut tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung dan, atau, tetapi.

Terdapat ciri khusus yaitu setelah unsur pusat dan setelah unsur aposisi diikuti tanda koma (,) dan unsur dapat

menggantikan unsur pusat.

Contoh : Sashi, putri Bu Salma, sedang memasak sayur

(Sashi) dalam kalimat tersebut merupakan unsur pusat, sedangkan (Bu Salma) merupakan unsur aposisi. Unsur

(putri Bu Salma) memberikan penjelasan dan sekaligus dapat menggantikan unsur pusat (Sashi). Sehingga unsur

(putri Bu Salma) sama dengan unsur pusat (Sashi).

Sehingga contohnya menjadi :

Sashi sedang memasak sayur

– Putri Bu Salma sedang memasak sayur

 

➤ Frasa Eksosentris Berdasarkan Unsur Pembentuknya dibagi menjadi :

 A. Frasa Eksosentrif Direktif

Frasa yang dikelompokkan menjadi frasa eksosentrif direktif apabila frasa yang bersangkutan terdiri atas unsur direktor dan unsur lain sebagai aksis/ poros

 

➤ Frasa eksosentrif direktif dibagi menjadi :

1. Frasa Eksosentris Preposisional

Dikelompokkan sebagai frasa eksosentrif preposisional apabila sebuah frasa terdiri atas unsur direktor yang berupa

preposisi dan unsur lain sebagai aksis.

Contoh :

–  dari kantor ➨ (dari) merupakan Preposisi sebagai direktor dan (kantor) merupakan kata benda sebagai aksis

 

2. Frasa Eksosentris Direktif Konjungtif

Dikelompokkan sebagai frasa eksosentris direktif konjungtif apabila frasa terdiri atas direktor yang berupa

konjungsi dan unsur lain sebagai aksis.

Contoh :

– jika memasak,…..➨ ( jika ) merupakan Konjungsi sebagai direktor dan (memasak) merupakan kata kerja sebagai

aksis

 

3. Frasa Eksosentrif Direktif Artikel

Dikelompokkan sebagai frasa eksosentris direktif artikel apabila frasa terdiri atas unsur direktor yang berupa artikel

dan unsur lain sebagai aksis.

Contoh :

Sang Raja ➨ (Sang) merupakan Artikel sebagai direktor dan (Raja) merupakan kata benda sebagai aksis.

 

B. Frasa Eksosentris Konektif

Frasa eksosentris konektif adalah frasa yang salah satu unsurnya bertindak sebagai konektor (biasanya berupa kopula) yang berfungsi sebagai relator/ penghubung antara unsur sebelum dan sesudahnya.

Contoh :

– Ida sebagai bendahara 

 

Loading...

Selamat Belajar…Semangat yaaah!

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *